Tak terbendung, IAS Pimpin Beringin Sulsel: Dukungan DPD II Terus Mengalir Setelah Kantongi 'Surat Sakti' Ketum,

Tak terbendung, IAS Pimpin Beringin Sulsel: Dukungan DPD II Terus Mengalir Setelah Kantongi 'Surat Sakti' Ketum,

Yusuf Umar 29 Jun 2026

Langkah politisi senior Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk menakhodai Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) tampaknya makin tak terbendung.

Berbekal surat diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, jalan masuk mantan Wali Kota Makassar dua periode itu menuju kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) kini terbuka sangat lebar.

Turunnya "surat sakti" tersebut langsung memicu eksodus dukungan.

Syarat minimal pencalonan 30 persen (9 suara) yang sebelumnya menjadi teka-teki, kini dengan mudah terlampaui. Peralihan dukungan dari tingkat DPD II (kabupaten/kota) bergerak masif ke kubu pria yang akrab disapa Aco ini.

Momentum krusial ini terlihat jelas saat IAS menggelar konsolidasi perdana pasca menerima diskresi di markas pemenangannya, Jalan Batu Putih Bundar, Makassar, pada Ahad (28/6/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang unjuk kekuatan (show of force) bahwa barisan daerah siap tegak lurus pada instruksi pusat.

Berdasarkan data yang dihimpun pada pertemuan tersebut, belasan perwakilan pimpinan daerah hadir langsung memberikan komitmen dukungan kepada IAS.

Sederet nama besar Ketua DPD II Golkar tampak merapatkan barisan, di antaranya Ketua DPD II Soppeng Andi Kaswadi Razak (Andi Dulli), Ketua DPD II Palopo Dr. Rahmat Masri Bandaso, Ketua DPD II Tana Toraja Victor Datuan Batara, hingga Ketua DPD II Toraja Utara Yohannes Bassang.

Selain itu, hadir pula pimpinan maupun perwakilan dari DPD II Luwu Timur, Barru, Bulukumba, Sinjai, dan Sidrap. Deretan dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa resistensi di tingkat bawah telah mencair, dan konsolidasi mesin partai perlahan menyatu di bawah komando pemegang diskresi.

Bagi banyak pengamat politik, mengantongi diskresi dari Ketua Umum bukan sekadar tiket masuk ke arena Musda, melainkan sebuah penegasan de facto.

Surat istimewa tersebut adalah tanda nyata bahwa estafet kepemimpinan DPD I Golkar Sulsel sejatinya sudah berada di tangan IAS.

Kini, dengan syarat dukungan administratif yang sudah terpenuhi dan restu penuh dari pimpinan tertinggi partai,

Musda Golkar Sulsel diprediksi akan berjalan mulus dan berpotensi bermuara pada kesepakatan aklamasi untuk memenangkan IAS. Publik dan kader beringin kini tinggal menanti waktu peresmian.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026