GERAKTIMUR.COM — MAKASSAR — Kematian tragis pemuda berinisial RF (19) dalam bentrokan antarwarga di Kecamatan Tallo, Makassar, berbuntut panjang.
Propam Polda Sulsel bergerak cepat memanggil 13 saksi, termasuk keluarga korban, untuk mengungkap tabir di balik insiden tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Dodik Susianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil dan memeriksa sebanyak 13 orang saksi untuk dimintai keterangan secara maraton.
"Hingga saat ini, sudah ada kurang lebih 13 orang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan," ujar Kombes Pol Dodik saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Menurut mantan Kapolres Barru ini, dari total 13 orang yang diperiksa, mereka yang dimintai keterangan terdiri dari unsur anggota kepolisian serta warga masyarakat.
Pihak keluarga korban, termasuk kakak korban, juga turut dimintai keterangan sebagai bagian dari proses investigasi awal.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur atau disiplin dalam penanganan insiden di lapangan.
Kombes Pol Dodik menegaskan, Propam Polda Sulsel bekerja secara objektif dan transparan dengan berkoordinasi bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel.
"Kami juga berkoordinasi dengan Ditreskrimum, barangkali kalau memang ada tindak pidana atau ditemukan kesalahan prosedur dalam penanganan, tentu akan kami proses," tegasnya.
Selain pemeriksaan terhadap personel, proses penyelidikan juga mencakup uji balistik guna mengusut tuntas insiden penembakan yang terjadi dalam bentrokan tersebut.
Kombes Pol Dodik menyatakan bahwa uji balistik dikoordinasikan secara lintas instansi, termasuk dengan pihak Laboratorium Forensik (Labfor).
Proses Penyelidikan Masih Berjalan
Pihak Propam memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan, baik terhadap anggota kepolisian maupun pihak-pihak terkait lainnya, masih terus berjalan.
BACA JUGA:
Nantinya, seluruh hasil temuan investigasi, termasuk uji balistik dan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, akan dirangkum dan diumumkan secara transparan kepada publik setelah seluruh proses merata.
"Nanti setelah semuanya rampung, termasuk pemeriksaan personel dan uji balistik, akan kita gelar dan sampaikan kesimpulannya kepada masyarakat," pungkas Kombes Pol Dodik.