Jelang Diresmikan Presiden, Bupati Barru Genjot Kesiapan Sekolah Rakyat

Jelang Diresmikan Presiden, Bupati Barru Genjot Kesiapan Sekolah Rakyat

Mahmud rahim 09 Jul 2026

BARRU – Kabupaten Barru bersiap menyambut momentum besar di bidang pendidikan.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, memimpin langsung Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).

​Rapat krusial ini digelar demi memastikan seluruh aspek pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat matang sebelum diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026 mendatang.

​Sebagai salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil mengamankan Program Sekolah Rakyat Permanen, Andi Ina menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari perjuangan panjang bersama Wakil Bupati, Sekda, jajaran Pemkab, dan Forkopimda Barru.

​Dalam arahannya, Bupati perempuan pertama Barru ini memberikan peringatan tegas kepada kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya, Ardian Saputra. Ia meminta pengerjaan fisik dirampungkan tepat waktu sesuai target 20 Juli 2026, namun dengan catatan keras, kualitas tidak boleh dikorbankan.

​“Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Karena itu, kualitasnya harus benar-benar dijaga,” tegas Andi Ina.

​Uniknya, salah satu poin yang mendapat perhatian mendalam dari Bupati adalah fasilitas sanitasi. Bagi Andi Ina, kelayakan toilet mencerminkan kualitas lingkungan pendidikan yang sehat.

“Saya perempuan, jadi saya sangat memperhatikan toilet. Jangan sampai bangunannya megah tetapi toiletnya tidak layak. Toilet harus bersih, higienis, dan nyaman digunakan anak-anak,” imbuhnya.

Operasional sekolah berasrama dengan kapasitas besar tentu membutuhkan manajemen lingkungan yang matang. Mengingat nantinya akan ada lebih dari 500 penghuni yang menetap, Andi Ina menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak taktis dan bersinergi.

- ​Dinas Kesehatan: Wajib menyiapkan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental bagi calon siswa sejak hari pertama.

- ​Satpol PP: Bertanggung jawab penuh atas pengamanan proses penerimaan siswa.

- ​Dinas Lingkungan Hidup: Diminta sigap menyusun tata kelola sampah yang optimal.

- ​PDAM Barru: Diwajibkan menjamin pasokan air bersih yang higienis untuk sekolah tanpa mengganggu hak dan distribusi air warga sekitar.

​Lebih dari sekadar proyek pendidikan, Andi Ina berkomitmen agar kehadiran Sekolah Rakyat membawa dampak ekonomi instan bagi warga lokal. Ia mendesak Kementerian Sosial (Kemsos) RI untuk memprioritaskan pengusaha lokal dalam pengadaan logistik dan perlengkapan siswa.

​Tak hanya itu, untuk posisi tenaga pendukung seperti tenaga keamanan, juru masak, hingga tenaga kebersihan, ia meminta Kemsos mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat Barru. Langkah ini bahkan sudah dikoordinasikan langsung dengan Sekjen Kemensos, Robben Rico.

​"Saya berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat karena saya tahu program ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Barru. Saya tidak ingin masyarakat saya hanya menjadi penonton," cetusnya.

​Sementara untuk tenaga pendidik (guru), Bupati menggaransi proses seleksi berjalan profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, serta menutup rapat celah nepotisme.

Adapun bagi calon siswa, kuota tetap diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 dengan pemerataan di seluruh kecamatan.

​Menanggapi instruksi Bupati, Ardian Saputra selaku perwakilan PT Waskita Karya memastikan fasilitas utama siap digunakan untuk operasional awal. Dijadwalkan, sebanyak 330 siswa akan mulai masuk asrama pada 14 Juli 2026 menggunakan fasilitas sementara, sembari menunggu rampungnya gedung permanen pada 20 Juli.

​Kesiapan matang Pemkab Barru ini menuai pujian dari Kementerian Sosial RI. Nurlina, selaku PIC Persiapan MPLS Sekolah Rakyat Permanen Barru, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan di Sulawesi Selatan, progres Kabupaten Barru adalah salah satu yang paling maju.

​"Kami mengapresiasi kesiapan Pemkab Barru. Kabupaten Barru dinilai menjadi salah satu yang paling maju sehingga diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan program di daerah lain," tutur Nurlina.

​Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran kepala OPD terkait, Kepala BPS Barru, para PIC Sekolah Rakyat Kemensos RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru beserta wali asuh, serta Kepala Desa Lawallu.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026