GERAKTIMUR.COM — Kehadiran asrama dengan kapasitas 500 penghuni tidak dirancang sekadar sebagai fasilitas pendidikan, melainkan direkayasa menjadi ekosistem ekonomi mandiri. Pemkab Barru melakukan intervensi regulasi langsung ke Kementerian Sosial terkait pengadaan logistik.
Kebijakan ini secara sistematis memblokir akses vendor dari luar daerah. Seluruh penyerapan tenaga pendukung operasional dan suplai bahan pokok dipaksa menggunakan rantai pasok lokal, menjadikannya generator ekonomi mikro baru bagi sirkulasi finansial di wilayah Barru.