GERAKTIMUR.COM — BARRU – Aktivitas pengerukan lereng bukit di Dusun Bunne, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menuai sorotan.
Aktivitas yang diduga mengambil material tanah timbunan ini berada tepat di pinggir jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (24/10/2026), tampak satu unit alat berat jenis excavator beroperasi mengeruk bagian lereng bukit.
Kegiatan ini diduga telah berlangsung cukup lama, namun status perizinan serta pihak yang paling bertanggung jawab di balik aktivitas tersebut hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Barru, Abdi Setiawan, memberikan penjelasan terkait kewenangan perizinan pertambangan.
Menurutnya, tidak seluruh data perizinan pertambangan berada di tingkat kabupaten, sehingga koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diperlukan.
"Tidak ada semua mi data izin di kabupaten, harus pi ditanyakan ke provinsi dulu," ujar Abdi saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihaknya memerlukan dasar yang kuat untuk menindaklanjuti persoalan ini di tingkat daerah.
Abdi menyarankan agar masyarakat atau pihak terkait dapat menyampaikan aduan secara resmi agar instansi berwenang dapat turun tangan melakukan pemeriksaan dan meminta data perizinan ke tingkat provinsi.
"Ajukan maki aduan, baru turun periksa ki. Nanti itu saya jadikan dasar minta datanya ke provinsi," imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pelaksana kegiatan maupun instansi berwenang terkait legalitas pengerukan di Dusun Bunne.
Kesimpulan mengenai sah atau tidaknya kegiatan ini belum dapat ditarik secara pasti.
BACA JUGA:
Klarifikasi menyeluruh dari pihak pengelola dan instansi terkait sangat diperlukan guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi pertambangan, tata ruang, serta langkah mitigasi terhadap potensi dampak lingkungan di sekitar jalur poros Barru–Soppeng.
Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini serta berupaya menghadirkan konfirmasi berimbang dari berbagai pihak terkait.