Sensus Ekonomi 2026: Unit Usaha Rutan Barru Resmi Terdata BPS

Sensus Ekonomi 2026: Unit Usaha Rutan Barru Resmi Terdata BPS

Mahmud rahim 23 Jun 2026

BARRU – Keterbatasan ruang tak menghalangi geliat ekonomi di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru. Berbagai sektor usaha produktif yang dikelola warga binaan di dalam rutan kini resmi tercatat dalam Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru, Senin (22/6/2026).

​Proses pendataan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA ini menyasar berbagai sektor usaha produktif yang berjalan di bawah naungan Koperasi Rutan Barru.

Dua petugas dari BPS Kabupaten Barru diterjunkan langsung untuk melakukan verifikasi dan wawancara mendalam terkait aktivitas ekonomi di dalam rutan.

​Meski berada di balik jeruji besi, aktivitas perekonomian dan pembinaan kemandirian di Rutan Barru terbilang sangat produktif. Petugas BPS melakukan pendataan komprehensif yang mencakup:

- ​Sektor Jasa & Retail: Toko koperasi, barbershop, warung kopi, dan Wartel Suspas.

- ​Sektor Manufaktur & Budidaya: Produksi paving blok, budidaya ikan nila, peternakan ayam kampung, usaha cuci mobil, hingga produksi sabun cuci piring.

​Wawancara yang dilakukan petugas meliputi identitas usaha, jenis kegiatan, jumlah tenaga kerja yang melibatkan warga binaan, sarana prasarana, hingga perputaran ekonomi yang dihasilkan.

​Data yang dihimpun dari Rutan Barru ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam basis data statistik ekonomi nasional.

Dokumen ini menjadi salah satu acuan krusial bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi makro.

​"Pelaksanaan pendataan berjalan dengan baik, aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Rutan Barru terhadap penyediaan data statistik ekonomi yang akurat, valid, dan terpercaya," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Barru, Hardiman.

Selain berkontribusi pada data nasional, hasil sensus ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi internal.

Ke depan, data tersebut bakal digunakan untuk memetakan potensi dan mengembangkan program pembinaan kemandirian yang lebih tepat sasaran bagi para warga binaan, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan halangan untuk tetap produktif.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026