Ribuan Pemburu Durian di Enrekang Malah "Makan" Kekecewaan

Ribuan Pemburu Durian di Enrekang Malah "Makan" Kekecewaan

Yusuf Umar 01 Jul 2026

ENREKANG – Janji manis pesta durian lokal makan sepuasnya dengan modal Rp50.000 berubah total menjadi mimpi buruk yang menyesakkan dada.

Alih-alih mencicipi legitnya daging buah durian Massenrempulu, ribuan pengunjung yang memadati Kebun Raya Enrekang justru harus gigit jari, menelan ludah, dan pulang dengan tangan hampa.

Antrean panjang yang mengular di bawah terik matahari berganti menjadi riuh protes dan amarah, setelah panitia mendadak angkat tangan akibat stok durian ludes tak bersisa di tengah lautan manusia yang memegang tiket resmi.

Kekacauan ini pecah tepat pada puncak acara Festival Durian 2026 yang digelar Selasa (30/6/2026). Ribuan warga yang datang bukan hanya dari Enrekang, tetapi juga dari Makassar, Pinrang, hingga Bone, harus menelan pil pahit.

Suasana yang mulanya antusias berubah menjadi chaos ketika pengunjung mulai menyadari bahwa stok buah tidak sebanding dengan ribuan tiket yang telah diobral panitia

"Prank" Berkedok Festival?

Gelombang protes tak terelakkan. Teriakan "kembalikan uang kami" menggema di lokasi wisata tersebut. Faizal, salah satu pengunjung yang terjebak dalam kerumunan, menumpahkan kekesalannya. Ia menilai panitia tidak profesional dalam memanajemen acara berskala besar.

"Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian. Kecewa itu karena rugi karcis. Wajar kalau kami marah karena sudah keluar uang tapi pulang tanpa hasil," ujar Faizal dengan nada tinggi kepada awak media.

Kekecewaan serupa membanjiri media sosial. Banyak netizen menyebut acara ini tak ubahnya "prank massal".

Salah satu pengunjung bahkan melontarkan kritik tajam terkait tagline acara yang dinilai menyesatkan. "Kalau stok sedikit, jangan gunakan tagline makan sampai puas. Tiket terus disebarkan, tapi durian yang mau dimakan tidak ada," keluhnya

Klarifikasi Pemerintah: "Kami Mohon Maaf"

Menanggapi insiden yang telah mencoreng citra pariwisata daerah ini, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Enrekang, Zulkarnain, akhirnya buka suara. Ia berdalih bahwa antusiasme masyarakat di luar prediksi panitia dan menyebabkan situasi menjadi tidak terkendali.

Dalam klarifikasinya, Zulkarnain menjelaskan bahwa konsep acara sebenarnya dibagi menjadi dua zona: area durian gratis dan area durian berbayar yang dikelola pedagang. Namun, membludaknya massa membuat distribusi kacau balau.

"Venue sebenarnya kami bagi menjadi dua... Jadi ketersediaan durian sebenarnya sudah kami optimalkan. Namun, jika ada masyarakat yang tidak terlayani dengan sempurna, maka atas nama panitia kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap Zulkarnain.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah warga masih menuntut pertanggungjawaban konkret terkait uang tiket yang telah mereka bayarkan, sementara desakan agar pihak kepolisian turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian panitia mulai bermunculan di berbagai platform publik.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026