GERAKTIMUR.COM — MAKASSAR – Berbeda dengan ingar-bingar dan klaim sepihak yang kerap dilontarkan para pendukung tim unggulan,
Anggota DPRD Kota Makassar, Zulhajar yang akrab di sapa Icul, memilih merespons kiprah Tim Nasional Portugal di Piala Dunia 2026 dengan cara yang jauh lebih tenang.
Sebagai penggemar setia Seleção das Quinas sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Umum (SMU),
ia memancarkan optimisme yang membumi.
Perjalanan skuad asuhan Roberto Martínez di fase grup memang jauh dari kata sempurna.
Hanya meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang membuat mereka lolos dengan status runner-up Grup K. Icul tidak menutupi bahwa rentetan hasil yang kurang meyakinkan itu sempat mengusik ketenangannya.
"Jujur, melihat performa tim di fase grup kemarin yang agak terseok-seok, sempat ada rasa pesimis yang muncul. Skema permainannya seperti belum sepenuhnya menyatu," ungkap Icul.
"Tetapi namanya juga pendukung setia, rasa cinta pada tim ini sudah ada sejak saya SMU. Kekhawatiran itu perlahan memudar berganti dengan keyakinan bahwa mereka sedang memanaskan mesin."
Ujian nyata bagi Portugal akan langsung tersaji di babak 32 besar menghadapi tim tangguh Kroasia. Jika berhasil melaju, bagan turnamen menunjukkan jalan yang sangat terjal.
Icul menyadari sepenuhnya bahwa ujian bagi timnya tidak akan pernah berhenti, bahkan jika mereka terus melangkah hingga ke partai final.
Meski dihadapkan pada rute yang berat, Icul menaruh kepercayaan penuh pada kekuatan mental tim, terutama peran sang kapten, Cristiano Ronaldo.
Menurutnya, di fase gugur yang penuh tekanan, ketenangan jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar adu taktik.
"Lawan-lawan ke depan tentu akan semakin berat, tidak ada pertandingan yang mudah di fase gugur ini," tuturnya.
"Namun, di sinilah letak keunggulan kita. Pengalaman panjang seorang Cristiano Ronaldo akan menjadi kunci.
Di laga-laga besar yang penuh tekanan, kehadirannya mampu memberi warna tersendiri. Ia tahu bagaimana cara menenangkan tim, mengangkat moral pemain muda, dan mengambil keputusan di momen-momen kritis."
Menutup perbincangannya, anggota dewan ini tersenyum simpul, mencerminkan kedewasaan seorang pendukung yang telah melewati berbagai era bersama tim kesayangannya.
BACA JUGA:
"Kita tidak perlu terlalu sesumbar atau meremehkan lawan.
Biarkan para pemain bekerja dalam senyap, biarkan ketenangan dan mentalitas yang berbicara di atas lapangan hijau. Saya yakin, kita akan sampai di final," pungkasnya.