Mampu Baca Kitab Gundul dalam 10 Bulan, Santri DDI Mangkoso Dipuji Wabup

Mampu Baca Kitab Gundul dalam 10 Bulan, Santri DDI Mangkoso Dipuji Wabup

Mahmud rahim 27 Jun 2026

BARRU — Momentum kelulusan Haflah Qiraatil Kutub Madrasah I’dadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kampus III Putri Bulu Lampang, Sabtu (27/6/2026), menjadi ajang apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Barru.

Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, secara khusus memuji keteguhan hati para orang tua santri yang dinilainya hebat dan visioner dalam mendidik anak di lingkungan pesantren.

​“Menjadi orang tua santri itu tidak gampang. Karena itu saya katakan, bapak dan ibu yang hadir di sini adalah orang tua hebat. Jangan pernah takut mengeluarkan biaya ketika anak ingin menuntut ilmu,” ujar Abustan dalam sambutannya.

​Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap militansi belajar para santri, Abustan bahkan meminta pihak panitia untuk memberikan hadiah khusus kepada para peserta yang telah menyelesaikan ujian Haflah Qiraatil Kutub.

​Di hadapan ratusan wali santri dan tamu undangan, Abustan menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan pendidikan tidak melulu soal kecerdasan akademik, melainkan juga kekuatan karakter atau adab.

​Ia prihatin melihat terjadinya pergeseran nilai sopan santun di era modern. Oleh karena itu, ia mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi Ponpes DDI Mangkoso yang konsisten menjaga tradisi pembentukan akhlakul karimah.

​“Setinggi apa pun pendidikan seseorang, kalau tidak memiliki adab, ilmunya tidak akan membawa manfaat. Saya bersyukur anak-anak kita dididik di DDI Mangkoso yang tetap menjaga dan membiasakan adab dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

​Kekaguman Abustan terhadap sistem pendidikan di pesantren legendaris ini bahkan membuatnya berkomitmen untuk mengirimkan keluarganya sendiri mengenyam pendidikan di sana.

"Saya sudah instruksikan keluarga saya agar nanti ada juga keponakan atau cucu kami yang menjadi alumni DDI Mangkoso," ungkapnya disambut aplaus hadirin.

​Apresiasi khusus juga dialamatkan Wakil Bupati kepada jajaran pengelola Ponpes DDI Mangkoso atas pencapaian literasi yang luar biasa. Tahun ini, para santri berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul "Di Negeri Para Perindu Ilmu".

​Proses kreatif penulisan buku ini dimentori langsung oleh Tokoh Literasi Nasional penerima penghargaan Perpustakaan Nasional yang juga merupakan orang tua santri, Dr. Bahtiar Adnan Kusuma.

​Sementara itu, Kepala Madrasah I’dadiyah DDI Mangkoso, Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, M.Th.I., dalam laporannya menjelaskan bahwa haflah ini merupakan wujud pertanggungjawaban publik dan bukti nyata transformasi santri selama 10 bulan menempuh pendidikan.

​“Anak-anak datang dengan kemampuan yang beragam, bahkan ada yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an. Alhamdulillah, hari ini mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, menghafal Juz 30, menghafal Matan Al-Ajurrumiyah, menguasai ilmu sharaf, hingga membaca kitab kuning tanpa harakat,” jelas Prof. Muhammad Agus.

​Ia menambahkan, lewat penerbitan buku tersebut, madrasah ingin mencetak generasi yang tidak hanya piawai membaca kitab suci dan kitab klasik, tetapi juga cakap menuangkan gagasan lewat tulisan.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, menyebut Haflah Qiraatil Kutub ini sebagai pembuktian mutu pesantren yang terjaga secara turun-temurun.

Tradisi keilmuan membaca kitab gundul (kitab kuning) dinilainya sebagai warisan berharga yang berhasil dirawat dengan baik oleh DDI Mangkoso.

​Di akhir acara, Wabup Abustan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyosialisasikan Ponpes DDI Mangkoso sebagai pusat peradaban Islam di Sulawesi Selatan.

​“Kalau ingin melihat lahirnya ulama-ulama besar, datanglah ke DDI Mangkoso,” pungkasnya.

​Acara ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi Ponpes DDI Mangkoso, AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., M.A., Sekretaris PB DDI, perwakilan Al-Azhar Mesir Syeikh Murtadho, jajaran Kemenag Barru dan Pangkep, dinas pendidikan, unsur Forkopimca, tokoh adat/Soraja Mangkoso, serta ratusan orang tua santri yang larut dalam suasana khidmat dan haru.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026