GERAKTIMUR.COM — Kabar penting bagi lanskap perbankan dan perekonomian di Sulawesi Selatan! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan lampu hijau untuk penggabungan lima Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Sulsel. Langkah strategis ini diambil demi memperkokoh struktur permodalan sekaligus mendongkrak daya saing perbankan lokal.
Kelima bank yang resmi melebur tersebut adalah PT BPR Ganda Lata, PT BPR Paro Laba, PT BPR Hara Lata, PT BPR Suar Data, dan PT BPR Paro Dana.
Kini, kelimanya telah bersatu di bawah satu bendera baru bernama PT BPR Pataru Laba, yang akan memusatkan kedudukannya di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, pada Jumat (5/6/2026) mengungkapkan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar efisiensi biasa.
BACA JUGA:
"Langkah ini bertujuan untuk memperkokoh ketahanan sektor BPR, terutama dalam mendukung dan menyokong pembiayaan sektor riil di tengah masyarakat," tuturnya.
Lebih lanjut, Muchlasin membeberkan bahwa lewat "perkawinan" kelima entitas ini, BPR ditargetkan memiliki struktur permodalan yang jauh lebih berotot, pengelolaan yang lebih efektif, serta daya jangkau layanan yang makin luas. Harapannya, wajah baru BPR ini bisa melahirkan layanan keuangan yang lebih inovatif dan melek digital bagi masyarakat pesisir maupun kepulauan Sulawesi.
Tren Kinerja Makin Positif
Dengan rampungnya konsolidasi ini, peta perbankan di bawah pengawasan OJK Sulselbar kini diisi oleh 17 BPR dan 8 BPRS. Menariknya, kinerja industri BPR di Sulsel dan Sulbar rupanya terus mencatatkan rapor hijau.
Hingga 30 April 2026 lalu, total aset BPR/BPRS sukses menembus angka Rp4,33 triliun, atau meroket 9,02 persen secara tahunan. Tidak hanya itu, kepercayaan masyarakat juga terbukti dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2,83 triliun (naik 5,54%), diimbangi dengan penyaluran kredit yang tumbuh meyakinkan di angka Rp3,64 triliun (naik 7,63%).
Lewat gebrakan konsolidasi yang berkelanjutan ini, OJK berkomitmen penuh untuk terus mendorong transformasi industri BPR agar makin kompetitif, efisien, dan tahan banting dalam mengawal pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun di kancah nasional.