GERAKTIMUR.COM — BARRU – Kabupaten Barru menorehkan prestasi sebagai daerah pertama yang sukses menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada tahun 2026.
Keberhasilan ini dikukuhkan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 11 Kepala Desa Terpilih Periode 2026–2034.
Prosesi sakral tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Abustan A. Bintang, di Lantai 6 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kantor Bupati Barru, Jumat (26/6/2026).
Meskipun berjalan khidmat dan lancar, suasana haru sempat menyelimuti ruangan. Dari 12 kades yang memenangkan kontestasi pada Pilkades Serentak 25 Mei 2026 lalu, hanya 11 orang yang dilantik. Kepala Desa Jangan-Jangan terpilih dilaporkan wafat tepat pada hari pelantikannya.
Bupati Andi Ina secara khusus menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya Kades Jangan-Jangan terpilih, seraya mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina mengingatkan para kades baru bahwa masa jabatan delapan tahun ke depan adalah waktu untuk membuktikan dedikasi kepada masyarakat, bukan sekadar perayaan kemenangan.
"Sumpah yang saudara-saudari ucapkan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan janji luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada seluruh masyarakat desa yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata, dedikasi, kejujuran, dan keikhlasan," tegas Andi Ina.
Ia juga meminta para kepala desa segera mengakhiri polarisasi politik pasca-Pilkades. Menurutnya, tidak boleh ada lagi sekat kelompok pendukung maupun bukan pendukung demi kelancaran pembangunan desa.
"Masa pemilihan telah usai. Tidak ada lagi kubu A ataupun kubu B. Saatnya menyatukan langkah, merangkul seluruh masyarakat, dan bersama-sama membangun desa," ujarnya.
Menyoroti manajemen keuangan desa, Pemkab Barru memberikan peringatan keras agar Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai regulasi.
Bupati menegaskan agar anggaran tersebut murni digunakan untuk kepentingan warga guna menghindari penyimpangan hukum.
Selain pengelolaan anggaran, para kades baru langsung dititipi sejumlah instruksi strategis, di antaranya:
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem & Stunting: Mengoptimalkan peran Posyandu dan mengalokasikan Dana Desa untuk gizi ibu hamil, menyusui, dan balita.
Pendidikan: Memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ketahanan Pangan: Mengembangkan potensi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal lewat pemanfaatan lahan tidur.
Digitalisasi Desa: Mempercepat transformasi digital untuk pelayanan publik yang cepat serta perluasan pasar produk UMKM.
Lingkungan: Menggalakkan Gerakan Rabu Bersih sebagai budaya lokal.
Momentum pelantikan ini juga menjadi ajang ekspos capaian makro Kabupaten Barru. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru merangkak naik dari 4,92% pada tahun 2024 menjadi 5,16% pada tahun 2025 sebuah angka yang berada di atas rata-rata nasional.
Andi Ina berharap tren positif ini diakselerasi oleh inovasi para kepala desa yang baru dilantik.
BACA JUGA:
"Kami ingin membawa Kabupaten Barru menjadi daerah yang berkeadilan, maju berkelanjutan, dan sejahtera lebih cepat. Saya bersama Bapak Wakil Bupati selalu terbuka untuk seluruh kepala desa. Jangan kecewakan kepercayaan masyarakat, karena membangun Barru dimulai dari desa," pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Barru, termasuk Ketua DPRD, Kapolres, perwakilan Dandim 1405/Parepare, Kejari, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Ketua TP PKK, pimpinan OPD, para camat, tokoh agama, serta keluarga kades yang dilantik.