Dipimpin Eks Eksekutif Multinasional, Holding Unhas Siap Bangun Ekosistem 'Super App' dan Akselerasi Hilirisasi Riset

Dipimpin Eks Eksekutif Multinasional, Holding Unhas Siap Bangun Ekosistem 'Super App' dan Akselerasi Hilirisasi Riset

Yusuf Umar 24 Jun 2026

Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah progresif mengubah pola pengelolaan asetnya menjadi layaknya korporasi kelas dunia.

Lewat PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin), jajaran komisaris yang dikomandoi oleh Dr. Eka Sastra bergerak cepat menetapkan nakhoda baru yang visioner. Pilihan strategis ini jatuh pada Rusdi Mardan, seorang alumni Sospol (FISIP) Unhas yang telah matang sebagai veteran dengan pengalaman 30 tahun di raksasa multinasional seperti Indosat, Hutchison 3, dan Danone.

Keputusan Berbasis Logika Bisnis Penunjukan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan hitung-hitungan yang matang. Dr. Eka Sastra menegaskan bahwa Rusdi Mardan membawa kombinasi langka: kepekaan sosial-politik khas alumni Sospol Unhas, yang dipadukan dengan ketegasan eksekusi korporasi skala besar.

Dengan Unhas yang memiliki lebih dari 60.000 sivitas akademika sebagai captive market, potensi manusia yang masif ini siap diintegrasikan secara modern di bawah kepemimpinan yang andal.

Tiga Target Realistis yang Membumi Bagi publik dan mahasiswa, transformasi di bawah duet strategis komisaris dan direksi baru ini membawa dampak riil dalam program 100 hari:

  • Layanan Satu Pintu (Super App): Seluruh layanan harian—mulai dari akses fasilitas, unit komersial, hingga ritel kampus—akan disatukan dalam satu aplikasi digital demi efisiensi dan transparansi.

  • Hilirisasi Riset ke Pasar Nyata: PT Hadin akan menjadi kendaraan bisnis yang menjemput inovasi hebat dari laboratorium kampus, mengemasnya secara profesional, dan menjualnya langsung ke industri.

  • Kemandirian Ekonomi Universitas: Unit-unit usaha yang selama ini merugi akan dievaluasi dan disehatkan secara ketat. Fondasi keuangan yang kuat dan pencapaian laba positif dari lini bisnis ini ditargetkan untuk mendukung penuh kemandirian ekonomi universitas secara berkelanjutan.

Sinergi Korporasi dan Akademisi Langkah ini mengirimkan pesan kuat bahwa menara gading akademis dan ketegasan korporasi bisa berjalan beriringan.

Didukung oleh jajaran komisaris kuat seperti Prof. Amir Ilyas dan Prof. Mursalim Nohong, cetak biru PT Hadin untuk menjadi holding company kampus terdepan di Indonesia pada 2030 kini siap dieksekusi nyata. Laporan lengkap mengenai momentum kebangkitan bisnis kampus ini dapat diakses langsung melalui Unhas TV.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026