GERAKTIMUR.COM — BARRU - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 membawa cerita unik dari pelosok Sulawesi Selatan.
UPTD SD Negeri 163 Barru, yang terletak di Dusun Pettung, Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, tercatat hanya menerima tiga orang murid baru untuk kelas 1.
Meskipun masa pengambilan formulir telah dibuka cukup lama pada 3–13 Juni 2026 dan pengembalian pada 15–20 Juni 2026, hingga gerbang pendaftaran ditutup, hanya ada tiga bangku kelas 1 yang terisi.
Ketiga murid tersebut dijadwalkan akan mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) perdana mereka pada 13 Juli 2026 mendatang. Menariknya, sebaran asal murid tidak hanya dari wilayah setempat:
1 Murid: Berasal dari Kelurahan Mattappawalie, Kecamatan Pujananting.
2 Murid: Berasal dari Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja.
Pihak sekolah menegaskan bahwa sepinya pendaftar bukan karena sekolah kalah bersaing atau tidak diminati oleh masyarakat.
Faktor utama di balik fenomena ini murni karena faktor demografi atau jumlah penduduk usia anak sekolah yang memang sangat sedikit di wilayah tersebut.
Guru kelas 1 UPTD SDN 163 Barru, Johaena, membeberkan kondisi riil di sekitar sekolah.
"Kurang penduduk di dusun ini," ujar Johaena, seperti dikutip dari Tribun Timur, Rabu (24/6/2026).
Senada dengan Johaena, Resky Dewi Nengsih yang merupakan guru kelas 4 menilai hal ini menjadi indikator unik keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di wilayah tersebut, yang membuat angka kelahiran relatif rendah.
"Bisa dikata sangat berhasil program KB di wilayah ini," ungkap Resky.
Meski hanya ada tiga murid baru, semangat literasi di SDN 163 Barru tidak menyusut sedikit pun. Kegiatan belajar mengajar dipastikan akan tetap berjalan normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saat ini, sekolah tersebut digerakkan oleh satu kepala sekolah dan didukung oleh:
- 6 Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
- 2 Guru berstatus PPPK penuh waktu.
- 1 Tenaga Pendidik PPPK paruh waktu.
Bukti nyata dedikasi para guru di sekolah ini terlihat dari kerelaan mereka untuk melakukan aksi jemput bola.
BACA JUGA:
Demi memastikan anak-anak di Dusun Pettung dan sekitarnya tidak putus sekolah dan rajin hadir, para guru kerap menjemput dan mengantar murid langsung ke rumah mereka menggunakan sepeda motor.
Langkah ini menjadi komitmen penuh dari para tenaga pendidik agar keterbatasan jumlah siswa tidak menjadi penghalang bagi anak-anak di pelosok Barru untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.