GERAKTIMUR.COM — MAKASSAR – Dominasi absolut Argentina di fase grup Piala Dunia 2026 tak luput dari pengamatan tajam Andi Taletting Langi.
Ketua Ikatan Alumni Ilmu Politik (IKAPOL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang akrab disapa Tinti ini, melihat perjalanan La Albiceleste bukan sekadar permainan bola, melainkan sebuah pertunjukan taktik, kedisiplinan, dan hegemoni yang terstruktur rapi.
Bagi Tinti, catatan sempurna sembilan poin dari tiga kemenangan di Grup J, dengan torehan delapan gol dan hanya kebobolan satu kali, adalah bukti empiris bahwa skuad asuhan Lionel Scaloni memiliki stabilitas politik internal tim yang luar biasa.
"Jika kita menganalisisnya dari perspektif strategi, Argentina bermain layaknya sebuah negara dengan sistem pertahanan yang solid dan daya serang yang terkalibrasi dengan sangat presisi.
Mereka tidak terburu-buru, membaca peta kekuatan lawan, lalu mengeksekusi kelemahan tersebut dengan efektif. Kedalaman skuad mereka menunjukkan kematangan sebuah tim bermental juara," papar Tinti dengan gaya analitis yang khas.
Di babak 32 besar yang akan digelar pada 4 Juli mendatang, Argentina dijadwalkan menghadapi Cabo Verde (Tanjung Verde). Alih-alih meremehkan lawan yang secara hitung-hitungan berada di bawah level mereka, Tinti menilai laga ini sebagai ujian konsistensi.
"Dalam politik maupun olahraga, meremehkan lawan adalah awal dari sebuah kejatuhan.
Cabo Verde berhasil lolos ke fase gugur, itu artinya mereka memiliki determinasi. Namun, saya yakin Argentina akan melakukan 'diplomasi lapangan hijau' yang elegan.
Mereka akan mendikte ritme permainan sejak menit awal dan mengamankan tiket ke babak 16 besar tanpa gejolak yang berarti," tegasnya.
Melihat peta kekuatan di bagan turnamen, rute menuju partai puncak di Los Angeles akan mempertemukan Argentina dengan lawan-lawan yang semakin kompleks, seperti potensi bentrok dengan Australia atau Mesir, hingga ancaman dari Kolombia di fase-fase akhir.
Namun, Tinti yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Badan Usaha Ditjen AHU, memiliki keyakinan rasional bahwa tim kesayangannya ini akan terus melaju.
"Sebuah tim yang datang dengan status raksasa dan mempertahankan kolektivitas di atas ego individu akan sangat sulit ditumbangkan. Argentina memiliki memori institusional tentang bagaimana memenangkan sebuah turnamen besar.
BACA JUGA:
Baik itu melawan kekuatan Eropa atau sesama raksasa Amerika Selatan di final nanti, stabilitas emosional dan kematangan taktis mereka akan menjadi faktor penentu.
Saya sangat yakin, bendera Argentina akan kembali berkibar di partai puncak," tutup Tinti dengan optimisme yang terukur.