Tegas! Bupati Barru: Penyaluran Alsintan Haram Dikaitkan Politik

Tegas! Bupati Barru: Penyaluran Alsintan Haram Dikaitkan Politik

Mahmud rahim 23 Oct 2026

BARRU - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dengan turun langsung mendengarkan aspirasi warga.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Silaturahmi Tudang Sipulung yang dihelat bersama pemerintah, tokoh masyarakat, penyuluh, serta kelompok tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Barru, Rabu malam (21/10/2026).

​Berlangsung di kediaman Ketua Kelompok Tani Sepee I, Kelurahan Sepee, suasana akrab langsung terasa begitu ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat ini dibuka. Berbagai persoalan lapangan, kebutuhan, hingga harapan disampaikan tanpa sekat.

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Ina menyoroti penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat. Ia dengan tegas mewanti-wanti agar distribusi bantuan dilakukan secara objektif berdasarkan tingkat kebutuhan dan kelayakan kelompok, serta haram hukumnya bersandar pada pertimbangan politik atau kedekatan personal.

​“Jangan sampai karena mereka tidak memilih saya, lalu tidak diberikan bantuan. Tidak boleh seperti itu. Berikan kepada kelompok tani yang memang pantas dan layak mendapatkannya,” tegas Andi Ina di hadapan ratusan peserta.

​Ia juga menginstruksikan agar kelompok tani yang belum memenuhi syarat administrasi segera didampingi agar bisa mengakses bantuan. Selain itu, Andi Ina mengingatkan agar alsintan dimanfaatkan sesuai peruntukan serta melarang keras praktik jual beli maupun pengalihan alat ke daerah lain.

​Guna menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah ancaman alih fungsi lahan, pemerintah pusat turut memberikan dukungan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Barru dan Tanete Rilau.

​Bupati mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 14.000 hektare lahan telah masuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dilindungi oleh regulasi.

​“Ini langkah nyata kita untuk memastikan lahan-lahan produktif tetap terjaga demi masa depan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

​Tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, forum Tudang Sipulung malam itu juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial lainnya, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, pendangkalan sungai, hingga potensi pengembangan objek wisata sejarah.

​Menanggapi keluhan jalan rusak, Andi Ina menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran membuat pemda harus menetapkan skala prioritas. Penanganan akan difokuskan terlebih dahulu pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dan membahayakan keselamatan pengguna.

​Sementara itu, potensi wisata sejarah di Barru dinilai memiliki daya tarik besar yang dapat mendongkrak kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

​“Silakan sampaikan di forum ini, mumpung ada saya dan kepala dinas. Saya mendengar, mencatat, dan Insya Allah kita akan mencari solusi atas apa yang menjadi harapan masyarakat,” pesan Andi Ina, menegaskan bahwa forum ini terbuka untuk segala persoalan publik.

​Perhatian khusus juga diberikan Bupati kepada Kelompok Wanita Tani (KWT). Ia menekankan bahwa kaum perempuan memiliki peran sentral dalam pembangunan pertanian sekaligus motor penggerak ekonomi keluarga.

Andi Ina mengajak para perempuan di Barru untuk aktif bersuara dan menyampaikan kebutuhan agar pembangunan sektor ini melibatkan seluruh elemen masyarakat secara inklusif.

​Kegiatan penuh kehangatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Camat Barru, jajaran Forkopimcam (Kapolsek dan Danramil Barru), tenaga ahli Bupati di bidang pertanian, lurah, kepala desa, koordinator serta penyuluh pertanian, hingga tokoh agama, pemuda, dan tokoh perempuan setempat.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026