GERAKTIMUR.COM — BARRU — Semangat gotong royong dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Barru di bawah kepemimpinan Bupati Andi Ina Kartika Sari akhirnya berbuah manis.
Di tengah tantangan yang tidak mudah, Kabupaten Barru resmi menghadirkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Barru, yang ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja.
Kehadiran sekolah permanen ini menjadi tonggak sejarah baru sekaligus bukti nyata komitmen kuat Bupati Andi Ina dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukanlah sesuatu yang instan. Kabupaten Barru harus bersaing ketat untuk mendapatkan kuota nasional pembangunan Sekolah Rakyat permanen dari pemerintah pusat, yang disertai persyaratan teknis yang sangat ketat salah satunya adalah ketersediaan lahan seluas tujuh hektare.
Menghadapi kendala awal di mana Pemda baru memiliki sekitar lima hektare lahan, Bupati Andi Ina bergerak cepat bersama jajaran pemerintah daerah, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, DPRD, Forkopimda, hingga pemerintah desa untuk melakukan pembebasan lahan tambahan seluas dua hektare.
"Kami bersama seluruh jajaran bekerja siang malam agar Kabupaten Barru dapat memenuhi seluruh persyaratan. Ini adalah perjuangan bersama demi menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Barru," ungkap Bupati Andi Ina dengan penuh semangat.
Secara khusus, Bupati perempuan pertama di Barru ini memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemilik lahan di Desa Lawallu. Dengan keikhlasan luar biasa, para warga menyerahkan lahan mereka bahkan sebelum proses pembayaran dari pemerintah daerah diselesaikan, demi mendahulukan masa depan pendidikan anak-anak bangsa.
Bupati Andi Ina menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menimba ilmu gratis. Program strategis ini dirancang komprehensif untuk mengentaskan kemiskinan dari akar-akarnya melalui:
- Pendidikan & Karakter: Menyediakan lingkungan belajar yang layak serta pembinaan disiplin dan tanggung jawab.
- Kesehatan & Gizi: Menjamin layanan kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik.
- Integrasi Sosial: Menjangkau keluarga siswa melalui program perbaikan rumah, peningkatan sanitasi, hingga perlindungan sosial.
Sempat ada keraguan dari sebagian orang tua yang khawatir kehilangan bantuan tenaga anak untuk ekonomi keluarga. Namun, berkat pendekatan humanis dari Bupati Andi Ina, pemerintah desa, dan pendamping PKH, para orang tua akhirnya luluh dan menyadari bahwa pendidikan adalah investasi terbaik.
"Jangan biarkan anak-anak kehilangan masa depan hanya karena kondisi ekonomi hari ini. Sekolah Rakyat hadir agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan," tegasnya.
BACA JUGA:
Kesuksesan berdirinya SRT 1 Barru ini turut mendapat perhatian dari Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, yang hadir secara virtual di tengah pelaksanaan MPLS gelombang kedua secara nasional. Mensos mengingatkan agar MPLS berjalan ramah anak, bebas perundungan, serta melibatkan Taruna TNI-Polri sebagai kakak pembimbing karakter.
Di akhir acara, Bupati Andi Ina menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang mengawal proyek mulia ini mulai dari Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, Pemprov Sulsel, PT Waskita Karya, hingga seluruh tim gugus tugas dan masyarakat Barru yang bersatu padu demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.