GERAKTIMUR.COM — BARRU — Kasus pencurian dengan sasaran alat pertanian terjadi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Sebuah mesin traktor merek Yanmar milik petani di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, raib dicuri dari depan rumah korban pada Senin (7/9/2026) subuh, dengan menyisakan rangka bagian bawah saja.
Korban diketahui bernama Muhammad Rafiq (49). Akibat peristiwa pencurian ini, ia harus menanggung kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp10 juta.
Peristiwa ini baru disadari korban pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 Wita. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Rafiq sebenarnya masih beraktivitas di sekitar teras rumahnya hingga Minggu malam (6/9/2026) pukul 01.00 Wita.
Saat itu, mesin traktor miliknya dipastikan masih berada di tempat semula. Rafiq kemudian beranjak masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Namun, alangkah terkejutnya ia saat terbangun beberapa jam kemudian dan keluar rumah. Mesin traktor merek Yanmar tipe YST PRO XL tersebut sudah tidak bertahta di tempatnya.
Para pelaku pencurian diduga melancarkan aksinya dengan cepat dan senyap. Mereka bahkan meninggalkan rangka traktor begitu saja di halaman rumah korban.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Barru, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Adi Wijaya, membenarkan adanya laporan terkait tindak pidana pencurian tersebut.
"Korban bangun sekitar pukul 05.00 Wita. Saat keluar rumah, mesin traktor sudah hilang atau dicuri. Yang tinggal hanya rangkanya," ungkap Iptu Adi saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Iptu Adi menambahkan, mesin traktor yang hilang tersebut ternyata merupakan barang sewaan yang diperoleh korban dari Usaha Jasa Alsintan (UPJA) Karya yang berlokasi di Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi.
BACA JUGA:
Saat ini, jajaran Polres Barru tengah mendalami kasus tersebut lebih lanjut. Tim kepolisian sedang mengumpulkan alat bukti serta menggali keterangan saksi-saksi guna mengungkap kronologi mendalam sekaligus memburu identitas pelaku dan keberadaan barang bukti mesin traktor yang hilang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif di lapangan.