Lepas Dari Konsumtif, Pemkab Barru dan Baznas Gulirkan Program Modal Produktif 2026

Lepas Dari Konsumtif, Pemkab Barru dan Baznas Gulirkan Program Modal Produktif 2026

Mahmud rahim 12 Sep 2026

BARRU — Pemerintah Kabupaten Barru bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barru mengambil langkah progresif dalam memutus rantai kemiskinan.

Melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Ekonomi Berkecukupan dan Berkelanjutan Tahun 2026, pemerintah bertekad mentransformasi warga prasejahtera agar tidak sekadar menjadi penerima bantuan, melainkan mandiri secara ekonomi hingga mampu menjadi pemberi bantuan di masa depan.

​Peluncuran program yang mengusung tema "Bersama Membangun Kemandirian Ekonomi Menuju Keluarga Sejahtera" ini digelar di Ruang Pertemuan Lantai 2 Bapperida Barru, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.

​Dalam arahannya, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak sekadar soal keterbatasan pendapatan, melainkan juga menyangkut akses terhadap keterampilan, permodalan, dan pasar.

Oleh karena itu, intervensi pemerintah harus mampu membangun kapasitas masyarakat agar berdaya saing jangka panjang.

​"Yang tadinya mereka menjadi penerima bantuan, kita harapkan ke depan mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan, tetapi justru mampu menjadi pihak yang memberikan bantuan kepada orang lain," tegas Andi Ina.

​Ia juga berpesan agar aset produktif yang disalurkan dijaga dan dikembangkan dengan baik, serta tidak dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif semata. Sebagian keuntungan usaha harus diputar kembali sebagai modal tambahan.

​Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bapperida Barru, H. A. Unru, ST., M.SP., menjelaskan bahwa program ini melibatkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga mitra pembangunan.

​Sebagai langkah awal, program ini menyasar 18 rumah tangga miskin (desil 1 hingga 5) di sejumlah kelurahan. Selain itu, tercatat sudah ada sembilan desa yang siap mengintegrasikan program serupa melalui alokasi dana desa.

​Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menyerahkan paket bantuan produktif perdana kepada para penerima manfaat, yang meliputi:

- ​100 ekor ayam per penerima.

- ​35 ekor itik siap bertelur.

- ​10 polibag lengkap dengan bibit tanaman hortikultura.

- ​Kandang beserta kelengkapan operasionalnya.

​Guna memastikan program tepat sasaran, Pemkab Barru menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, desa, dan Baznas untuk memberikan pendampingan, monitoring, serta evaluasi berkala.

Ukuran keberhasilan program ini bukan seberapa banyak bantuan yang dibagikan, melainkan pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan keluarga secara nyata.

​Acara peluncuran dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara lurah se-Kabupaten Barru dan Baznas ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si. (selaku salah satu penggagas program), Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M.Si., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta pimpinan BUMN/BUMD setempat.

Memuat artikel selanjutnya...
PD 2026