GERAKTIMUR.COM — BARRU — Mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di musim kemarau, jajaran Polsek Pujananting mengambil langkah taktis. Tanpa menunggu titik api muncul, aparat kepolisian langsung mendatangi warga dari pintu ke pintu, Minggu (2/8/2026).
Melalui para Bhabinkamtibmas di desa binaan, sosialisasi dilakukan secara door to door (dari pintu ke pintu). Pendekatan humanis ini menyasar langsung wilayah-wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi kebakaran.
Kapolsek Pujananting, IPTU Sahabuddin, S.Sos., menegaskan bahwa langkah preventif ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keselamatan warga sekaligus melestarikan lingkungan.
"Polsek Pujananting secara intensif melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara dibakar," tegas IPTU Sahabuddin.
Tiga Poin Penting Imbauan Polisi untuk Warga:
1. Jangan Bakar Lahan: Warga diimbau untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar.
2. Awas Puntung Rokok: Hindari kebiasaan sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area ilalang, rumput kering, dan semak belukar yang rentan tersulut api.
3. Sigap Melapor: Masyarakat diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau aparat terdekat jika menemukan titik api sekecil apa pun agar bisa ditangani sebelum meluas.
Kapolsek Pujananting juga mengingatkan bahwa pencegahan bencana lingkungan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak kepolisian atau pemerintah semata. Diperlukan kepedulian kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara warga dan aparat, risiko Karhutla di wilayah Pujananting diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.
BACA JUGA:
"Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama. Dengan demikian, lingkungan tetap terjaga, aktivitas warga tidak terganggu, dan dampak buruk terhadap kesehatan maupun ekosistem dapat dicegah," pungkasnya.
Langkah preventif yang konsisten ini diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, kondusif, serta bebas dari bencana asap dan api selama musim kemarau tahun ini.