GERAKTIMUR.COM — MAKASSAR – Anggota DPD RI asal Sulawesi Selatan, Andi Waris Halid, secara langsung menemui dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Makassar.
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk dialog terbuka ini berlangsung di Kantor DPD RI Sulawesi Selatan, Jumat (26/6/2026).
Dalam forum partisipatif tersebut, warga diberikan panggung seluas-luasnya untuk menyampaikan problem strategis yang mereka rasakan.
Berbagai isu krusial mulai dari proyek nasional hingga program kesejahteraan rakyat mengemuka dalam diskusi hangat tersebut.
Penolakan PSN Kawasan Industri Takalar Jadi Sorotan Utama
Salah satu poin paling krusial yang mengemuka dalam dialog ini adalah keberatan warga terhadap rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Takalar.
Sejumlah perwakilan masyarakat secara tegas menyatakan penolakan terhadap megaproyek tersebut.
Ada beberapa faktor mendasar yang memicu kekhawatiran warga, di antaranya adalah ancaman kerusakan ekosistem lingkungan, ketidakpastian skema pembebasan lahan, hingga potensi hilangnya sumber penghasilan bagi masyarakat lokal di wilayah terdampak.
Masyarakat mendesak agar setiap kebijakan pembangunan berskala nasional tetap memegang teguh asas transparansi dan pelibatan publik.
Menurut warga, pertumbuhan investasi tidak boleh berjalan dengan cara mengabaikan kelestarian alam serta keadilan sosial bagi rakyat kecil.
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih
Selain isu infrastruktur dan industri, jalannya dialog juga menyasar efektivitas program pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Warga menyoroti performa Koperasi Merah Putih yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat luas di daerah.
Menurut warga, koperasi yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan tersebut masih terkendala pada tataran implementasi, sehingga manfaatnya belum dirasakan secara optimal.
Tak hanya itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tak luput dari evaluasi. Peserta dialog menilai distribusi program ini masih perlu diperbaiki karena dianggap belum sepenuhnya tepat sasaran.
Warga berharap pemerintah pusat melakukan peninjauan kembali agar bantuan tersebut benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Komitmen Senator Andi Waris Halid Mengawal Suara Rakyat
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Andi Waris Halid menegaskan bahwa seluruh poin yang disampaikan warga akan menjadi prioritas utamanya untuk diperjuangkan di tingkat pusat.
Ia berkomitmen menjalankan kewenangan legislasinya guna memastikan setiap pembangunan selaras dengan perlindungan hak masyarakat.
“Setiap pembangunan harus berpijak pada kepentingan rakyat. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi catatan penting yang akan kami kawal, agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat,” tegas Andi Waris.
Senator Sulsel ini juga menambahkan bahwa komunikasi yang terbuka antara pengambil kebijakan dan masyarakat adalah kunci utama.
BACA JUGA:
Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik atau kesalahpahaman dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis di masa depan.
Melalui kegiatan serap aspirasi ini, diharapkan lahir kebijakan publik yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat di Sulawesi Selatan.